WE SHARE WE CARE

SANG INOVATOR CYBER TEACHING.....WE SHARE WE CARE

Laman

Jumat, 10 Mei 2013

TUGAS IPL KLS XE1, XKIM1, XKIM3

1. Apakah sumberdaya alam itu? 2. Sebutkan jenis-jenis sumber daya alam berdasarkan jenisnya, sifat pembaharuannya dan kegunaannya ! 3. Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam hayati itu? 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati itu? 5. Apa perbedaan keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem! 6. Sebutkan contoh-contoh pemanfaatan sumber daya alam hayati di sektor : a. pertanian b. perkebunan c. perikanan 7. Sebutkan contoh-contoh sumber daya alam hayati yang banyak dimanfaatkan dalam sektor usaha, jelaskan! tugas dikerjakan di buku tulis masing-masing, minggu depan dikumpulkan, terimakasih.

Jumat, 11 Januari 2013

SAMPAH PADAT

LIMBAH PADAT Sampah Padat Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya. Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi: • Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan. • Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi: • Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain. • Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain. Pencemaran Limbah Padat 1. Jenis Limbah Padat Limbah padat adalah segala sesuatu yang tidak terpakai dan berbentuk padat atau setengah padat. Limbah padat dapat berupa campuran berbagai bahan baik yang tidak berbahaya (sisa makanan) maupun berbahaya (limbah bahan berbahaya dan beracun dari industri). Adanya limbah padat yang terkontaminasi mikroorganisme dapat berdampak pada timbulnya berbagai gangguan kesehatan. Gas-gas yang dikeluarkan dalam proses pembusukan, pembakaran, ataupun pembuangan limbah juga dapat mengganggu kesehatan. Cairan yang dihasilkan dari penguraian limbah organik padat disebut leachate (lindi). Lindi dapat menyerap zat-zat pencemar di sekelilingnya sehingga di dalam lindi terdapat mikroba patogen, logam berat, atau zat berbahaya lain. Keadaan ini dapat mencemari air tanah dan jika terminum, dapat menimbulkan penyakit. Limbah padat yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi vektor penyakit. 2 ) Daur Ulang Limbah Padat Pengolahan limbah padat dapat dimulai dengan pemisahan limbah sesuai dengan karakteristiknya, yaitu limbah yang dapat terurai dan yang tidak dapat terurai. Salah satu contoh limbah padat adalah sampah rumah tangga. Sampah yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme adalah sampah organik, sedangkan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh makhluk hidup adalah limbah padat yang mengandung bahan anorganik. Jika ada yang dapat didaur ulang, sebaiknya dilakukan daur ulang atau dimanfaatkan kembali, tetapi jika tidak memungkinkan, bakarlah sampah anorganik tersebut untuk memperkecil volumenya. Limbah padat anorganik yang beracun dan berbahaya harus dikelola secara khusus, misalnya, dengan menggunakan incinerator dengan beberapa komponen penyusunnya, seperti tungku pembakar, ruang purna bakar, unit pembersih gas buang, dan cerobong asap. Limbah padat organik yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun dapat diproses secara biologi agar dapat diubah menjadi produk yang berguna, contohnya, biogas atau kompos, seperti pada pengolahan air limbah. Limbah padat secara biologi dapat dilakukan dengan proses aerobik (pembuatan kompos) dan anaerobik (pembuatan biogas). Limbah padat organik yang berupa sisa makanan dapat diolah menjadi makanan ternak (animal feeding). Limbah pasti akan berdampak negatif pada lingkungan hidup jika tidak ada pengolahan yang baik dan benar, dengan adanya limbah padat didalam linkungan hidup maka dapat menimbulkan pencemaran seperti : 1) Timbulnya gas beracun, seperti asam sulfida (H2S), amoniak (NH3), methan 3 (CH4), C02 dan sebagainya. Gas ini akan timbul jika limbah padat ditimbun dan membusuk dikarena adanya mikroorganisme. Adanya musim hujan dan kemarau, terjadi proses pemecahan bahan organik oleh bakteri penghancur dalam suasana aerob/anaerob. 2) Dapat menimbulkan penurunan kualitas udara, dalam sampah yang ditumpuk, akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3 dan methane yang jika melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) akan merugikan manusia. Gas H2S 50 ppm dapat mengakibatkan mabuk dan pusing. 3) Penurunan kualitas air, karena limbah padat biasanya langsung dibuang dalam perairan atau bersama-sama air limbah. Maka akan dapat menyebabkan air menjadi keruh dan rasa dari air pun berubah. 4) Kerusakan permukaan tanah. Dari sebagian dampak-dampak limbah padat diatas, ada beberapa dampak limbah yang lainnya yang ditinjau dari aspek yang berbeda secara umum. Dampak limbah secara umum di tinjau dari dampak terhadap kesehatan dan terhadap lingkungan adalah sebgai berikut : 1. Dampak Terhadap Kesehatan Dampaknya yaitu dapat menyebabkan atau menimbulkan panyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut: a) Penyakit diare dan tikus, penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat. b) Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap. 2. Dampak Terhadap Lingkungan Cairan dari limbah – limbah yang masuk ke sungai akan mencemarkan airnya sehingga mengandung virus-virus penyakit. Berbagai ikan dapat mati sehingga mungkin lama kelamaan akan punah. Tidak jarang manusia juga mengkonsumsi atau menggunakan air untuk kegiatan sehari-hari, sehingga menusia akan terkena dampak limbah baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain mencemari, air lingkungan juga menimbulkan banjir karena banyak orang-orang yang membuang limbah rumah tanggake sungai, sehingga pintu air mampet dan pada waktu musim hujan air tidak dapat mengalir dan air naik menggenangi rumah-rumah penduduk, sehingga dapat meresahkan para penduduk. Dampak sampah bagi manusia dan lingkungan sangat besar. Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampah negatif yang tidak sedikit. Dampak Sampah bagi Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit. Menurut Gelbert dkk (1996; 46-48) Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut; 1. Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat dapat bercampur dengan air m inum. Penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. 2. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit) 3. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah 4. Sampah beracun; Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator. Dampak Sampah terhadap Lingkungan Pencemaran Udara Sampah yang menumpuk dan tidak segera terangkut merupakan sumber bau tidak sedap yang memberikan efek buruk bagi daerah sensitif sekitarnya seperti permukiman, perbelanjaan, rekreasi, dan lain-lain. Pembakaran sampah seringkali terjadi pada sumber dan lokasi pengumpulan terutama bila terjadi penundaan proses pengangkutan sehingga menyebabkan kapasitas tempat terlampaui. Asap yang timbul sangat potensial menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitarnya. Sarana pengangkutan yang tidak tertutup dengan baik juga sangat berpotensi menimbulkan masalah bau di sepanjang jalur yang dilalui, terutama akibat bercecerannya air lindi dari bak kendaraan. Proses dekomposisi sampah di TPA secara kontinu akan berlangsung dan dalam hal ini akan dihasilkan berbagai gas seperti CO, CO2, CH4, H2S, dan lain-lain yang secara langsung akan mengganggu komposisi gas alamiah di udara, mendorong terjadinya pemanasan global, disamping efek yang merugikan terhadap kesehatan manusia di sekitarnya. Pembongkaran sampah dengan volume yang besar dalam lokasi pengolahan berpotensi menimbulkan gangguan bau. Disamping itu juga sangat mungkin terjadi pencemaran berupa asap bila sampah dibakar pada instalasi yang tidak memenuhi syarat teknis. Seperti halnya perkembangan populasi lalat, bau tak sedap di TPA juga timbul akibat penutupan sampah yang tidak dilaksanakan dengan baik. Asap juga seringkali timbul di TPA akibat terbakarnya tumpukan sampah baik secara sengaja maupun tidak. Produksi gas metan yang cukup besar dalam tumpukan sampah menyebabkan api sulit dipadamkan sehingga asap yang dihasilkan akan sangat mengganggu daerah sekitarnya. Pencemaran Air Prasarana dan sarana pengumpulan yang terbuka sangat potensial menghasilkan lindi terutama pada saat turun hujan. Aliran lindi ke saluran atau tanah sekitarnya akan menyebabkan terjadinya pencemaran. Instalasi pengolahan berskala besar menampung sampah dalam jumlah yang cukup besar pula sehingga potensi lindi yang dihasilkan di instalasi juga cukup potensial untuk menimbulkan pencemaran air dan tanah di sekitarnya. Lindi yang timbul di TPA sangat mungkin mencemari lingkungan sekitarnya baik berupa rembesan dari dasar TPA yang mencemari air tanah di bawahnya. Pada lahan yang terletak di kemiringan, kecepatan aliran air tanah akan cukup tinggi sehingga dimungkinkan terjadi cemaran terhadap sumur penduduk yang trerletak pada elevasi yang lebih rendah. Pencemaran Tanah Pembuangan sampah yang tidak dilakukan dengan baik misalnya di lahan kosong atau TPA yang dioperasikan secara sembarangan akan menyebabkan lahan setempat mengalami pencemaran akibat tertumpuknya sampah organik dan mungkin juga mengandung Bahan Buangan Berbahaya (B3). Bila hal ini terjadi maka akan diperlukan waktu yang sangat lama sampai sampah terdegradasi atau larut dari lokasi tersebut. Selama waktu itu lahan setempat berpotensi menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Gangguan Estetika Lahan yang terisi sampah secara terbuka akan menimbulkan kesan pandangan yang sangat buruk sehingga mempengaruhi estetika lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat terjadi baik di lingkungan permukiman atau juga lahan pembuangan sampah lainnya. Proses pembongkaran dan pemuatan sampah di sekitar lokasi pengumpulan sangat mungkin menimbulkan tumpahan sampah yang bila tidak segera diatasi akan menyebabkan gangguan lingkungan. Demikian pula dengan ceceran sampah dari kendaraan pengangkut sering terjadi bila kendaraan tidak dilengkapi dengan penutup yang memadai. Di TPA ceceran sampah terutama berasal dari kegiatan pembongkaran yang tertiup angin atau ceceran dari kendaraan pengangkut. Pembongkaran sampah di dalam area pengolahan maupun ceceran sampah dari truk pengangkut akan mengurangi estetika lingkungan sekitarnya. Lokasi TPA umumnya didominasi oleh ceceran sampah baik akibat pengangkutan yang kurang baik, aktivitas pemulung maupun tiupan angin pada lokasi yang sedang dioperasikan. Hal ini menimbulkan pandangan yang tidak menyenangkan bagi masyarakat yang melintasi / tinggal berdekatan dengan lokasi tersebut. Kemacetan Lalu lintas Lokasi penempatan sarana/prasarana pengumpulan sampah yang biasanya berdekatan dengan sumber potensial seperti pasar, pertokoan, dan lain-lain serta kegiatan bongkar muat sampah berpotensi menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas. Arus lalu lintas angkutan sampah terutama pada lokasi tertentu seperti transfer station atau TPA berpotensi menjadi gerakan kendaraan berat yang dapat mengganggu lalu lintas lain; terutama bila tidak dilakukan upaya-upaya khusus untuk mengantisipasinya. Arus kendaraan pengangkut sampah masuk dan keluar dari lokasi pengolahan akan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas di sekitarnya terutama berupa kemacetan pada jam-jam kedatangan. Dampak Sosial Hampir tidak ada orang yang akan merasa senang dengan adanya pembangunan tempat pembuangan sampah di dekat permukimannya. Karenanya tidak jarang menimbulkan sikap menentang/oposisi dari masyarakat dan munculnya keresahan. Sikap oposisi ini secara rasional akan terus meningkat seiring dengan peningkatan pendidikan dan taraf hidup mereka, sehingga sangat penting untuk mempertimbangkan dampak ini dan mengambil langkah-langkah aktif untuk menghindarinya. Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi Dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau tidak sedap dan pemandangan yang buruk Karena sampah bertebaran dimana-mana. 2. Memberikan dampak negative terhadap kepariwisataan 3. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas) 4. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. 5. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengelolaan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atu tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan atau diperbaiki (Gilbert dkk; 1996) Menurut Hadiwiyoto (1983) jika ditinjau dari segi keseimbangan lingkungan, kesehatan, keamanan dan pencemaran, apabila sampah tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan-gangguan antara lain sebagai berikut: 1. Sampah dapat menimbulkan pencemaran udara karena mengandung gas-gas yang terjadi dan rombakan sampah bau yang tidak sedap, daerah becek dan kadang-kadang berlumpur terutama apabila musimpenghujan datang. 2. Sampah yang bertumpuk-tumpuk dapat menimbulkan kondisi dari segi fisik dan kimia yang tidak sesuai dengan lingkungan normal, yang dapat mengganggu kehidupan dilingkungan sekitarnya. 3. Disekitar daerah pembuangan sampah akan terjadi kekurangan oksigen. Keadaan ini disebabkan karena selama proses peromabakan sampah menjadi senyawa-senyawa sederhana diperlukan oksigen yang diambil dari udara disekitarnya. Karena kekurangan oksigen dapat menyebankan kehiidupan flora dan fauna menjadi terdesak. 4. Gas-gas yang dihasilkan selama degradasi (pembusukan) sampah dapat membahayakan kesehatan karena kadang-kadang proses pembusukan ada mengeluarkan gas beracun. 5. Dapat menimbulkan berbagai penyakit, terutama yang dapat ditularkan oleh lalat atau seranngga lainya, binatang-binatang seperrti tikus dan anjing. 6. Secara estetika sampah tidak dapat digolongkan sebagai pemandangan yang nyaman untuk dinikmati. Air Limbah Rumah tangga Sumber utama air limbah rumah tangga dari masyarakat berasal dari perumahan dan daerah perdagangan, daerah perkantoran, daerah fasilitas rekreasi. Dapat dihitung banyaknya air limbah secara langsung dari daerah tertentu (Sugiharto,1987). Buangan manusia sendiri terdiri dari tinja (faeces), urine, dan air penggelontor. Menurut Duncan Mara, air limbah daerah tropis memiliki harga BOD antara 400-700 mg/L. Nilai rata-rata BOD dari masing-masing sumber buangan rumah tangga untuk daerah tropis dapat dilihat pada Tabel 2. Komposisi air Limbah Air limbah domestik terdiri dari air limbah manusia (urin dan tinja) dan air limbah cuci yang berupa air limbah yang dihasilkan dari air bekas mandi, cucian perkakas dapur, cucian pakaian, makanan dan lain-lain (Mara, 1975). Air limbah domestik mengandung sebagian besar padatan tersuspensi yang mengambang (seperti kotoran, kain, plastik, dsb), padatan yang tersuspensi lebih kecil (seperti kotoran yang telah hancur, kertas, kulit sayuran), dan padatan yang sangat kecil dalam bentuk suspensi koloidal (yaitu padatan yang tidak mengendap), maupun pencemar-pencemar yang benar-benar dalam keadaan terlarut. Air limbah itu tidak diharapkan dari segi estetika maupun sifatnya yang sangat berbahaya, terutama karena begitu besarnya kandungan organisme (patogen) yang menyebabkan penyakit. Air limbah di daerah iklim panas dapat segera kehilangan kadar oksigen terlarutnya dan segera berubah menjadi septik. Air limbah yang septik akan mempunyai bau yang sangat menusuk, biasanya berasal dari hydrogen sulfida (H2S). Senyawa-senyawa ini ini, terutama protein dan karbohidrat, merupakan suatu makanan yang baik bagi bakteri. Tabel 2. Nilai rata-rata BOD (Mara,1976) Karakteristik air limbah yang berasal dari perumahaan, menurut Winnerberger, 1969 dapat dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu: • Greywater: Air cucian yang berasal dari dapur, kamar mandi, laundry, dan lain-lain tanpa faeces dan urin • Blackwater: Air yang berasal dari pembilasan toilet (faeces dan urin dengan pembilasan/penyiraman • Yellowwater: urin yang berasal dari pemisahan toilet dan urinals (dengan atau tanpa air untuk pembilasan) • Brownwater: Blackwater tanpa urin atau yellowwater Tabel 3 menunjukkan karakteristik tipe air limbah domestik, umumnya mengandung cukup sejumlah nutrien (berdasarkan pada perbandingan BOD5/N/P) cocok untuk pengolahan limbah secara biologi dan recycling dimana aktivitas microbial digunakan.Tabel 4 menunjukkan karakteristik air limbah yang bersumber dari perumahan. Tabel 5menunjukkan faktor loading pada hunian individu, sedangkan Tabel 6 menunjukkan komposisi air limbah pada negara berkembang.Tabel 7 dan 8 merupakan contoh analisa air limbah di pemukiman. Tabel 3. Karakteristik Tipe Air Limbah Domestik (Polprasert, 1996) Tabel 4. Data tipikal pada unit factor Loading dan Konsentrasi Konstituen air Limbah Pada Hunian Individu *nilai tersebut tidak termasuk limbah dari dapur. Bila terdapat limbah dari dapur maka nilai BOD = 0.22 lb/kapita,hari dan SS = 0.26 lb/kapita,hari. (Sumber: Metcalf & Eddy , 1991) Tabel 5. Komposisi Air Limbah Pada Negara Berkembang (Sumber: Env.San Review,1987) Tabel 6. Karakteristik Tipe Fraksi Air Limbah Domestik (US EPA, 1980) Table 7. Karakteristik Air Limbah Domestik Instalasi Johkasou Rumah Susun Sederhana Dukuh Semar Kota Cirebon (Anggraini, 2003) Tabel 8. Karakteristik Tipe Air Limbah Domestik di lokasi MCK Plus Jatiuwung Tangerang (Arkendita, 2004) Air limbah cuci mengkontribusikan senyawa-senyawa kimia dengan variasi yang luas seperti detergen, sabun, lemak, dan minyak dengan beraneka ragam jenisnya, pestisida, segala sesuatu yang masuk ke bak pencuci seperti susu asam, kulit sayuran, daun-daun teh, tanah (yang muncul dari pencucian sayuran) dan pasir yang digunakan untuk mencuci alat dapur. Makin tinggi konsentrasi material-material organik yang terkandung dalam air limbah, makin besar nilai dari BOD5 atau COD. Air Limbah Industri Jumlah aliran air limbah yang berasal dari industri sangat bervariasi tergantung dari jenis dan besar kecilnya industri, pengawasan pada proses industri, derajat penggunaan air, derajat pengolahan air limbah yang ada. Puncak tertinggi aliran selalu tidak akan terlampaui jika menggunakan tangki penahan dan bak pengaman. Untuk memperkirakan jumlah air limbah yang dihasilkan oleh industri yang tidak menggunakan proses basah diperkirakan sekitar 50 m3/ha/hari. Sebagai patokan dapat dipergunakan pertimbangan 85-95 % dari jumlah air yang dipergunakan adalah berupa air limbah apabila industri tersebut tidak menggunakan kembali air limbah. Apabila industri tersebut memanfaatkan kembali air limbahnya, maka jumlahnya akan lebih kecil lagi. Air Limbah Rembesan dan Tambahan Apabila turun hujan di suatu daerah, maka air yang turun secara cepat akan mengalir masuk ke dalam saluran pengering atau saluran air hujan. Apabila saluran ini tidak mampu menampungnya, maka limpahan air hujan akan digabung dengan saluran air limbah, dengan demikian akan merupakan tambahan yang sangat besar. Oleh karena itu, perlu diketahui curah hujan yang ada sehingga banyaknya air yang akan ditampung melalui saluran air hujan atau saluran pengering dan saluran air limbah dapat diperhitungkan (Sugiharto, 1987). Selain air yang masuk melalui limpahan, maka terdapat air hujan yang menguap, diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan ada pula yang merembes ke dalam tanah. Air yang merembes ini akan masuk ke dalam tanah yang akhirnya menjadi air tanah. Apabila permukaan air tanah bertemu dengan saluran air limbah, maka bukanlah tidak mungkin terjadi penyusupan air tanah tersebut ke saluran air limbah melalui sambungan-sambungan pipa atau melalui celah-celah yang ada karena rusaknya pipa saluran. Besarnya aliran ini diperkirakan sebesar 0,0094 sampai 0,94 m3 setiap diameter (mm) setiap km. Dengan demikian, banyaknya air yang masuk ke dalam aliran air limbah sebanyak 0,0094-0,94 dikalikan dengan diameter pipa (mm) dikalikan lagi dengan panjangnya pipa (km) akan dihasilkan jumlah air limbah dalam satuan m3 (Sugiharto, 1987).

Minggu, 09 Desember 2012

kisi-kisi UAS 1 IPL kls X SMKN 1 GnPutri

KISI-KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL IPL KELAS X SMKN 1 GUNUNGPUTRI NO Materi Pokok Keanekaragaman hayati 1. Menjelaskan pengertian dari keanekaragaman hayati atau biodiversitas. 2. Membedakan keanekaragaman jenis dan gen beserta contohnya. 3. Mengenal berbagai nama ilmiah dari bahan praktikum keanekaragaman hayati. 4. Menentukan anggota family dari species makhluk hidup. 5. Mengidentifikasi sifat fenotip yang diturunkan. 6. Membedakan gen dan kromosom. Sumber daya alam 1. Menyebutkan Komponen lingkungan hidup 2. Mengelompokkan sumber daya alam berdasarkan asalnya 3. Membedakan Adipura dan kalpataru 4. Menjelaskan pelestarian makhluk hidup secara eksitu dan insitu 5. Membedakan SDA berdasarkan potensinya 6. Mengidentifikasi proses fotosintesis 7. Menjelaskan macam-macam gempa bumi 8. Menjelaskan upaya mencegah bencana alam 9. Memberikan contoh kegiatan penyelamatan lingkungan Kerusakan lahan 1. Membedakan lahan kritis dan potensial 2. Menjelaskan faktor penyebab kerusakan lahan 3. Mengidentifikasi pencegahan erosi tanah 4. Menyebutkan ciri-ciri tanah yang baik/subur Kerusakan lingkungan air 1. Menjelaskan ciri-ciri air tercemar 2. Mengidentifikasi siklus hidrologi 3. Menjelaskan pengertian daerah aliran sungai (DAS) 4. Mengidentifikasi pH air 5. Membedakan infiltrasi dengan presipitasi 6. Menjelaskan pengertian run off Kerusakan lingkungan udara 1. Mengidentifikasi bahan pencemar udara alamiah 2. Memberikan contoh bahan ber-CFC 3. Menyebutkan polutan udara dalam bentuk gas dan partikulat 4. Menyebutkan contoh pencemar udara primer 5. Menyebutkan bahan pencemar udara dari kegiatan manusia 6. Mengidentifikasi penyebab pemanasan global Jika ingin pandai maka belajar, jika tidak belajar maka tidak ingin pandai, simple . . . (Mr. B)

Jumat, 23 November 2012

PENGERTIAN AIR DAN KERUSAKANNYA

MACAM-MACAM KERUSAKAN AIR

SIKLUS HIDROLOGI

TUGAS BARU XKIM 2, XKIM 1, X ILG SABTU 24-11-2012

1. Jelaskan pengertian air! 2. Sebutkan 7 tahapan dari siklus hidrologi (siklus air hujan)! 3. Sebutkan beberapa penyebab terjadinya pencemaran air! 4. Apa perbedaan : a. pencemaran air tanah dangkal b. pencemaran air tanah dalam 5. Apakah pencemaran udara itu? 6. Sebutkan gas-gas penyusun atmosfer! 7. Pencemaran udara dapat berupa gas dan partikel. Sebutkan masing-masing contohnya! 8. Sebutkan jenis industri yang berdampak pada terjadinya pencemaran lingkungan! 9. Sebutkan tindakan/upaya untuk menanggulangi pencemaran udara!

Rabu, 07 November 2012

TUGAS UNTUK XE1, XE3 DAN XK3

KERJAKAN SOAL-SOAL DI BAWAH INI DI SELEMBAR KERTAS!DIKUMPULKAN! 1. Jelaskan bunyi PP No 150 tahun 2000! 2. Apa yang dimaksud dengan degradasi lahan? 3. Jelaskan macam-macam erosi tanah! 4. Sebutkan penyebab degradasi lahan! 5. Apa perbedaan lahan potensial dan lahan kritis? 6. Sebutkan 3 contoh limbah domestik! 7. Sebutkan 3 contoh limbah industri! 8. Sebutkan 3 contoh limbah pertanian! 9. Sebutkan 3 penyebab sebuah lahan menjadi lahan kritis! 10. Sebutkan 3 peranan penting tanah!

MENILAI MACAM2 KERUSAKAN LINGKUNGAN

MENILAI MACAM-MACAM KERUSAKAN LINGKUNGAN Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh alam: 1. Letusan gunung berapi Gunung berapi adalah suatu sistem saluran fluida panas yang berupa batuan dalam bentuk lava yang memanjang dari kedalaman sekitar 10km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi yang dikeluarkan pada saat meletus. Gunung meletus disebabkan endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Hasil letusan gunung berapi: gas vulkanik, lava, aliran pasir, batu, lahar, tanah longsor, gempa bumi, abu letusan, awan panas. Tanda-tanda gunung berapi akan meletus: a. status waspada (aktivitas rendah) b. status siaga (aktivitas sedang) c. status awas (aktivitas tinggi) 2. Gempa bumi Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi, akibat pelepasan energi dari tekanan lempeng bumi yang bergerak. Gempa bumi ini disebabkan pergeseran lempeng tektonik (gempa tektonik) atau aktifitas gunung berapi (gempa vulkanik). Kerusakan akibat getaran gempa bumi tergantung besarnya getaran yang ditimbulkan. Contoh kerusakan adalah keretakan pada tanah, keruntuhan pada bangunan. 3. Tanah longsor Tanah longsor adalah fenomena geologi berupa pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Penyebab tanah longsor: a. Erosi, disebabkan sungai-sungai ataupun gelombang laut yang membentuk lereng curam. b. Gempa bumi, menyebabkan tekanan-tekanan pada lereng-lereng yang lemah. c. Gunung berapi, menyebabkan debu yang tebal, hujan lebat dan aliran debu sehingga terjadi longsor. d. Getaran mesin, dapat berasal dari mesin kendaraan, bahan peledak, petir. e. Beban berat, dapat berakibat tanah tidak mampu menahan beban tersebut. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan manusia 1. Limbah pertanian, limbah rumah tangga dan limbah industri Salah satu akibat limbah industri akibat kebocoran kapal tanker adalah banyaknya ikan, terumbu karang, burung laut dan hewan laut yang mati. 2. Kebakaran hutan Kerusakan ini dapat disebabkan sambaran petir pada musim kemarau panjang, kecerobohan manusia membuang puntung rokok sembarangan, terkena lahar gunung berapi atau bahkan sengaja dibakar untuk persiapan lahan pertanian. Akibat kerusakan lingkungan bidang kesehatan: Akibat yang paling terasa adalah turunnya derajat kesehatan, mulai dari penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA) sampai kerusakan sel yang mengakibatkan tumor atau kanker. Akibat kerusakan lingkungan bidang ekonomi: Akibat yang terasa adalah menurunnya sumber daya alam dari sisi kuantitas maupun kualitas, kesuburan tanah berkurang, hama semakin kebal terhadap pertisida, jumlah ikan di laut dan sungai semakin berkurang ataupun punah. Akibat kerusakan lingkungan bidang ekologis: Akibat yang terasa adalah penipisan lapisan ozon, perubahan iklim, peningkatan suhu udara. Akibat kerusakan lingkungan bidang pertanian: Pencemaran limbah industri dapat menurunkan produksi pertanian hingga 60% Perilaku yang harus dihindari untuk mencegah kerusakan lingkungan antara lain: 1. Membuang sampah sembarangan. Sampah yang berserakan dapat menyebabkan bau busuk dan mengganggu pernafasan. 2. Penebangan hutan secara liar Kerusakan yang ditimbulkan antara lain banjir, kekeringan, kebakaran hutan, menurunnya debit air sungai, pendangkalan sungai serta menurunnya produksi pangan. 3. Membuang limbah industri. Kerusakan yang ditimbulkan antara lain menurunnya kualitas sumber air masyarakat (sumur, sungai, kolam).

ANALISIS MACAM-MACAM KERUSAKAN LINGKUNGAN

MATERI PLH BAB II ANALISIS MACAM – MACAM KERUSAKAN LINGKUNGAN Manusia dengan lingkungan mempunyai kaitan yang sangat erat, bahkan terjadi simbiosis mutualisme di antara keduanya. Tumbuhan sebagai bagian dari lingkungan akan berfotosintesis untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia. Pada saat yang bersamaan, tumbuhan membutuhkan karbondioksida untuk fotosintesa. Karbondioksida ini dihasilkan oleh manusia sebagai zat sisa. Apabila terjadi gangguan dalam hubungan di atas maka dapat terjadi kerusakan lingkungan atau bencana alam. Kerusakan lingkungan atau bencana alam ini dapat terjadi akibat kegiatan manusia ataupun aktifitas alam itu sendiri. Kerusakan lingkungan akibat kegiatan manusia, antara lain: 1. Pencemaran air akibat sampah dan limbah pabrik. 2. Pencemaran udara akibat asap kendaraan yang berlebihan dan industri. 3. Pencemaran tanah akibat sampah-sampah plastik. 4. Pemakaian pupuk pestisida yang berlebihan sehingga kesuburan tanah berkurang. Kerusakan lingkungan akibat bencana alam, antara lain: 1. gempa bumi 2. gunung meletus 3. kebakaran hutan 4. tsunami Komponen alam tidak tercemar dan tercemar: Komponen alam Tidak tercemar Tercemar Air Bening, bersih, tidak berbau, susunan kimia normal (H2O), tidak panas. Kotor, berwarna dan berbau, mengandung logam(mercuri, zeng, tembaga dsb), bakteri (coli), suhu lebih panas. Udara Terasa segar, bersih, tidak terkontaminasi polutan (debu, asap dll) Udara berbau, terdapat asap, di sekitar tempat sampah, pabrik, jalan raya. Tanah Subur, tidak mengandung zat-zat yang merusak unsur hara, tidak mengandung sampah (terutama plastik) Mengandung zat asam tinggi atau logam berat, berbau busuk, tandus, plastik, bekas pertambangan. Bencana alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia atau keduanya yang mengakibatkan korban manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat. Gejala bencana alam Tsunami (26 Desember 2004): 1. Air laut menyurut secara tiba-tiba, sehingga pantai terlihat lebih luas. 2. Air laut secara tiba-tiba pula kembali bergerak ke pantai dengan kecepatan, kekuatan dan ketinggian yang tidak terduga. Gejala bencana alam banjir: 1. kemiringan sistem aliran sungai (lebih dari 30% atau 270) 2. terjadi hujan deras di daerah hulu. Gejala bencana alam kebakaran: 1. Dapat terjadi akibat gesekan terus-menerus antar batang atau daun yang kering. 2. Kemarau panjang. Upaya untuk menanggulangi bencana alam: 1. Mitigasi, yaitu usaha-usaha baik bersifat persiapan fisik maupun nonfisik dalam menghadapi bencana alam. Persiapan fisik dapat berupa penataan ruang kawasan bencana dan kode bangunan. Persiapan nonfisik dapat berupa pendidikan tentang bencana alam (meliputi pengenalan gejala bencana alam, reaksi saat terjadi bencana dan setelah bencana). 2. Menempatkan korban di tempat yang aman Tempat aman tidak hanya untuk korban luka, namun juga untuk para pengungsi. Warga pengungsi membutuhkan perlindungan dan bantuan yang penyalurannya harus profesional dan proporsional. 3. Membentuk tim penanggulangan bencana Tim ini bisa di bawah penangan Pemerintah ataupun bekerjasama dengan lembaga swadaya (LSM), organisasi kemahasiswaan, stasiun televisi. Tugas utamanya membantu korban bencana untuk kebutuhan pangan, sandang dan tempat tinggal. 4. Memberikan penyuluhan Tim penanggulangan bencana juga berkewajiban memberikan penyuluhan kepada para korban bencana agar tidak putus asa. Mereka harus membantu memupuk semangat optimisme untuk berkarya kembali. 5. Merelokasi korban secara bertahap Korban di sini tidak hanya korban bencana alam saja, namun juga korban konflik bersenjata atau peran. Pihak yang berwenang wajib menyediakan dan memastikan akses yang aman terhadap kebutuhan bahan pokok dan air bersih, tempat bernaung atau perumahan yang bersifat mendasar, bahan sandang yang layak dan layanan kesehatan dan sanitasinya. Selain itu pengungsi anak-anak juga mendapat jaminan pendidikan. 6. Upaya pencegahan dengan membuat pos peringatan bencana Pos ini untuk membantu masyarakat menanggulangi bencana yang akan datang berdasarkan tanda-tanda alam. Pos ini juga yang membantu menentukan kapan warga bisa kembali menempati tempat tinggalnya atau bahkan tidak bisa menempati kembali. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban bencana yang banyak antara lain: 1. Membiasakan hidup tertib dan disiplin Pola hidup tertib dengan menegakkan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan, partisipasi masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah harus menindak tegas masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan ataupun melanggar peraturan. 2. Memberikan pendidikan lingkungan hidup Pendidikan ini berisi tentang memerhatikan, menjaga, memelihara dan memanfaatkan lingkungan hidup secara terkendali, mencegah faktor-faktor pengganggu yang menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Langkah sederhana yang dapat ditempuh misalnya mengurangi konsumsi atau menerapkan pola hidup sehat, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan. Merusak lingkungan adalah merusak kehidupan itu sendiri, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Untuk itu perlu menjaga keseimbangan lingkungan demi kelestarian lingkungan.

keanekaragaman hayati

KEANEKARAGAMAN HAYATI KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer. Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap. Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain. Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah, Anda telah menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup. Untuk lebih memahami uraian diatas, cobalah Anda kerjakan kegiatan praktikum berikut: 1. KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini: 1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya. Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger). Gambar 1. Keanekaragaman gen pada ayam Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya. Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan. Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga. Perbedaan sifat pada jenis mangga dapat Anda amati pada tabel berikut: No. Mangga Bentuk Buah Rasa arima 1. 2. 3. golek kuini gedong lonjong panjang bulat telur, besar bulat, kecil manis manis lebih manis tidak wangi wangi tidak wangi Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting). Cobalah perhatikan diri Anda sendiri! Ciri atau sifat apa yang Anda miliki? Sesuaikan dengan uraian di atas? 2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis. Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain. Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda. Gambar 2. Keanekaragaman jenis pada kacang-kacangan Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing. Gambar 2. Keanek ragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c) kucing dan (d) citah. Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya. Cobalah Anda perhatikan perbedaan sifat dari hewan berikut ini : No. Ciri-ciri Kucing Harimau Singa Citah 1. 2. 3. Ukuran tubuh Warna bulu Tempat hidup Kecil Hitam, putih, kuning Hutan, rumah Besar Hitam, putih, kuning Hutan Besar Hitam, putih, kuning Hutan Sedang Hitam/ putih Pohon Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar, seperti tampak pada tabel pengamatan berikut ini. No Ciri-ciri Kelapa Aren Pinang Lontar 1. Tinggi Batang >30m 25m 25 15-30m 2. Daun -Panjang tangkai daun 75-150cm -Helaian daun 5m, ujungruncing dan keras -Panjang tangkai daun 150cm Tangkai daun pendek -Panjang tangkai daun 100cm -Helaian daun bulat, tepi daun bercangap menjari 3. Bunga Tongkol Tongkol Tongkol Bulir Gambar 2. Keanekaragaman pada suku Palmae Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis. Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae. 3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini, maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya. Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral. Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula. Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem. Gambar 2. Keanekaragaman ekosistem (a) padang rumput (b) padang tundra (c) gurun pasir Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah. Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub. Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem. Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekwensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan. Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem , antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Demikian halnya dengan bencana tsunami. KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas). Untuk lebih memahami materi tersebut, silakan Anda simak uraian mengenai keaneragaman hayati yang terdapat di Indonesia berikut ini! Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri. Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana. Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica). Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma. Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian. Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Banyak species mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada. 2. Terdapat berbagai macam kera, misalnya: bekantan, tarsius, orang utan. 3. Terdapat hewan endemik, seperti: badak bercula satu, binturong (Aretictis binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang (Nyeticebus coucang). 4. Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya: jalak bali (Leucopsar nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons). Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewannya adalah: 1. Mamalia berukuran kecil 2. Banyak hewan berkantung 3. Tidak terdapat species kera 4. Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis). Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa).

Senin, 08 Oktober 2012

kisi-kisi IPL UTS 1 kls X SMKN 1 GN PUTRI

UTS 1 IPL KELAS X SMKN 1 GUNUNGPUTRI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 JUMLAH SOAL 35, TERDIRI DARI 30 SOAL PILIHAN GANDA DAN 5 SOAL ESSAY 1. KEANEKARAGAMAN HAYATI a. macam-macam keanekaragaman hayati b. contoh keanekaragaman genetik, jenis dan ekosistem c. penyebab adanya keanekaragaman hayati 2. SUMBER DAYA ALAM a. jenis-jenis sumber daya alam b. contoh SDA c. kalpataru dan adipura d. usaha pelestarian sumber daya alam 3. KERUSAKAN LINGKUNGAN a. faktor kerusakan lingkungan b. contoh kerusakan lingkungan dari faktor alam dan manusia c. usaha manusia menanggulangi bencana alam 4. MENILAI MACAM-MACAM KERUSAKAN LINGKUNGAN a. letusan gunung berapi b. gempa bumi c. tanah longsor d. akibat kerusakan di berbagai bidang (contoh : kesehatan, ekonomi dll) SELAMAT BELAJAR, SEMOGA TUNTAS ..... salam dari Mr.Indar Prabowo, S.Pd

KISI-KISI UTS 1 PLH KLS 8 SMPN 3 CILEUNGSI

1. Kerusakan lingkungan hidup a. degradasi lahan dan akibatnya b. limbah c. erosi (macam dan penyebabnya) d. lahan potensial dan kritis e. metode pengawetan lahan (vegetatif, teknik, kimia) 2. kerusakan lingkungn air a. siklus hidrologi b. kerusakan lingkungan air c. macam kerusakan air d. air yang tercemar soal terdiri dari 20 pilihan ganda dan 5 soal essay Mr. Indar Prabowo, S.Pd

KISI-KISI UTS PLH KELAS 8 SMPN 3 CILEUNGSI

1. Kerusakan lingkungan hidup a. degradasi lahan dan akibatnya b. limbah c. erosi (macam dan penyebabnya) d. lahan potensial dan kritis e. metode pengawetan lahan (vegetatif, teknik, kimia) 2. kerusakan lingkungn air a. siklus hidrologi b. kerusakan lingkungan air c. macam kerusakan air d. air yang tercemar soal terdiri dari 20 pilihan ganda dan 5 soal essay Mr. Indar Prabowo, S.Pd

Jumat, 22 Juni 2012

MEMILIH GURU IDOLA SDN TUNGGILIS? (ini percobaan contoh evaluasi on line)

PERINGKAT KELAS VA SMT 2 SDN TUNGGLIS 2011/2012


PERINGKAT KELAS V.A SEMESTER 2 SDN TUNGGILIS
TAHUN PELAJARAN 2011/2012



NO NAMA SISWA JUMLAH NILAI
1 BIMA RIZKI NUGRAHA 965
2 LAILY AHADIYAH F 923
3 DELIA RAHMA OKTAVIA 920
4 ADINDA WIDYA RINI 914
5 ARPIANSYAH AGI PRASETYA 889
6 AKMAL DWI CAHYA 875
7 AMANDA KHOIRUNISA 870
8 LUVITA HAKIM 858
9 HALIZA SEKAR AYU 855
10 DIPO PRADHANA REVI 847
11 GIYANTI SEKAR AYUNINGTYAS S 838
12 DELA CITRA 832
13 NADYA SABILA 830
14 TRI RAHAYU AINUN 828
15 GALUH PRASETYO 827
16 NAVYA PUTERI IMANCHA 822
17 MAULANA SHEVA 806
18 FARISKA NOVILA 789
19 IBNU DWIYANJAYA 780
20 DARA KUROTUL ALVIAN 779



kemenangan dan kegagalan hari ini 
bukan berarti kemenangan dan kekalahan esok hari

Sabtu, 09 Juni 2012

nilai UKK kelas 5A SDN Tunggilis 2011/2012


DIBERITAHUKAN KEPADA ORANG TUA SISWA KELAS V
HASIL UKK KELAS V.A SDN TUNGGILIS 2011/2012










KKM 60 64 64 66 64 65 65 65
NO NAMA SISWA MTK IPA IPS INDO PKN PJOK SBK AGAMA
1 ADINDA WIDYA RINI 70 85 76 86 86 80 78 75
2 AEP SAYUDIN 31 64 68 63 66 80 70 84
3 AHMAD PAISAL 33 62 35 56 45 0 65 38
4 AKMAL DWI CAHYA 51 91 70 91 91 70 80 80
5 ALDIANSYAH 18 55 41 66 61 73 70 61
6 ALIFA JULIA RACHMAWATI 18 71 46 73 53 73 68 73
7 AMANDA KHOIRUNISA 60 77 66 81 66 78 75 80
8 ARI SAEPULLOH 15 51 36 50 41 70 70 50
9 ARPIANSYAH AGI PRASETYA 43 75 91 83 78 73 80 68
10 BENI AKBAR 36 60 53 75 78 78 70 53
11 BIMA RIZKI NUGRAHA 90 94 86 93 83 73 80 85
12 DARA KUROTUL ALVIAN 30 68 31 75 66 80 75 70
13 DELA CITRA 46 70 60 76 76 78 80 73
14 DELIA RAHMA OKTAVIA 80 90 80 83 85 78 80 83
15 DIPO PRADHANA REVI 51 92 85 80 86 70 70 85
16 EDI YUSUP SOPIAN 35 61 61 51 55 73 68 78
17 FARISKA NOVILA 36 82 65 77 71 75 73 65
18 GALUH PRASETYO 58 74 71 78 76 73 75 85
19 GIYANTI SEKAR AYUNINGTYAS S 50 77 71 81 76 80 75 80
20 HALIZA SEKAR AYU 63 94 73 81 80 78 80 88
21 IBNU DWIYANJAYA 35 60 58 66 71 80 70 73
22 IRFAN SAEPULLOH 25 50 38 63 50 70 65 56
23 LAILY AHADIYAH F 75 91 83 86 85 80 80 89
24 LUVITA HAKIM 58 71 73 88 76 78 80 84
25 MARCELINO 23 60 38 56 45 75 68 60
26 MAULANA SHEVA 33 72 61 70 70 73 0 41
27 MUHAMMAD ARIF FEBRIYANTO 28 50 35 66 36 73 70 65
28 MUHAMMAD RAHMAN HIDAYAT 30 44 43 66 56 78 65 73
29 NADYA SABILA 61 75 66 75 73 78 78 83
30 NAVYA PUTERI IMANCHA 61 85 85 91 86 78 78 83
31 PUTRI FAUZIAH 53 72 66 76 53 75 75 76
32 RAMA SAPUTRA 36 65 60 63 61 65 68 69
33 RIJALU AHMAD SAEPUL BAHRI 35 47 26 51 31 65 70 48
34 THOMMY ADITYA E.H 55 72 75 78 76 68 75 70
35 TONI ADHAM NUGRAHA 51 71 48 78 65 75 80 65
36 TRI RAHAYU AINUN 38 71 51 83 81 75 78 63
37 YOLANDA ARTHAMEVIA 43 48 41 58 55 73 65 40
38 ZIHAN FAHRHAENI 31 74 50 81 58 73 68 53
RATA-RATA 44 70 60 74 67 73 71 70























TTD








WALI KELAS V.A


























INDAR PRABOWO, S.Pd









































































































































































































































































































sang inovator teaching